Sabtu, 15 Desember 2018

Etalase Nasi Gratis di Surabaya



Tren berbagi untuk warga Surabaya semakin meluas. Bahkan saat ini, sedikitnya ada 4 masjid di kota ini yang sudah menyediakan etalase nasi gratis.

Etalase mini yang disediakan di serambi masjid itu isinya beragam. Mulai dari nasi bungkus, nasi kotak berikut air mineral. Semuanya disediakan gratis, meski jadwal buka etelase ini beragam.

Salah seorang donatur mengaku banyak diuntungkan oleh ketersediaan etalase sedekah ini. "Kami puas, bisa berbagi makanan untuk jamaah masjid yang membutuhkan," ujar Syahroni (45), salah satu donatur nasi bungkus.

Masjid Al Qithaar di Jalan Tapak Siring, Tambaksari, Surabaya misalnya. Etalase gratis sumbangan pasangan suami istri yang tak mau disebut namanya itu, selalu terisi nasi bungkus.

Etalase mini ini kadang berisi puluhan dan bahkan hingga ratusan nasi bungkus sumbangan donatur tak dikenal. Bahkan usai Shalat Jum'at, pihak takmir harus turun tangan membantu suplai nasi bungkus untuk jamaah yang lumayan banyak.

       


Seorang tukang becak, Sutimin, mengaku diuntungkan nasi bungkus ini. Makanan gratis itu membantunya untuk menekan biaya hidup. "Rasanya enak, menunya ganti-ganti tapi selalu komplit," ujarnya.

Selain masjid Al Qithaar, etalase nasi gratis itu juga tersedia di Masjid Baitul Fattah, Jalan Raya Manukan Tama Surabaya. Masjid tertua di Surabaya, Masjid Rahmat di Jalan Kembang Kuning Surabaya juga sudah ada etalase nasi gratis. Termasuk Masjid Nurul Hidayah di Jalan Tanah Merah Indah, Surabaya.

Sebagian masjid juga sudah mulai sering menyediakan nasi bungkus gratsi mesji tanpa etalase. Diantaranya masjid di depan kantor DPC Hanura Surabaya dan masjid di Jalan Raya Mastrip Surabaya.

               

Kampoengrasa siap membantu penyediaan nasi kotak/foam/nasi bungkus, harga mulai Rp10 ribu.

                                   
Sumber: https://kumparan.com/@kumparannews/etalase-nasi-gratis-di-surabaya-dari-hamba-allah-1543486644975312493


Selasa, 27 November 2018

Mengapa Harus Nasi Kotak



Foto: Ilustrasi

Nasi kotak alias box adalah makanan yang disajikan dalam dus berbentuk kotak. Box berisi nasi lengkap dengan aneka ragam lauk-pauk ini, banyak dipilih karena praktis.

Seorang tuan rumah yang hendak menggelar sebuah acara misalnya, lebih memilih nasi box sebagi sajian untuk para tamu. Selain bisa membuat nyaman para tamu, nasi box ini bisa mencegah antrean. Tuan rumah juga tidak perlu repot memasak atau mencuci piring.

Nasi komplit berbentuk box juga bisa disediakan sesuai dengan jumlah tamu. Sehingga tuan rumah tidak perlu khawatir tamunya yang datang paling akhir, bakal kehabisan sayur atau lauk. Karena semuanya sudah tersaji utuh dalam setiap nasi box.

Nasi box juga bisa dibawa pulang para tamu yang sedang tidak berselera makan. Dalam event tertentu seperti pengajian, biasanya tuan rumah juga menyediakan box berisi jajanan. Mereka hanya perlu menyiapkan tas kresek untuk membantu memudahkan para tamu membawa pulang nasi box dan jajanan tersebut.

Meski memiliki banyak keuntungan, tentu saja nasi box juga ada kelemahannya. Tuan rumah misalnya, harus benar-benar bisa memastikan nasi box itu dipesan dari catering yang tepat.

Selain soal rasa, faktor harga dan bentuk kemasan, jarak lokasi catering biasanya juga dijadikan pertimbangan seseorang untuk memesan nasi box.

Saat ini, ada banyak iklan dari catering pembuat nasi box di paman google. Tapi hingga saat ini, informasi  dari mulut ke mulut jauh lebih bisa dipertanggungjawabkan ketimbang iklan.

Jangan terpacu pada harga murah. Karena nasi box yang disajikan itu merupakan prestise tuan rumah. Mereka tentu tidak ingin membuat para tamu undangannya menjadi kecewa.



Kampoengrasa siap membantu menyediakan nasi box untuk kegiatan arisan, pengajian, pernikahan, khitanan, seminar, dan sebagainya. Anda bisa memilih berbagai menu. Silakan hubungi kami atau datang langsung ke pondok kecil kami, di Perumahan Griyo Taman Asri.

Senin, 26 November 2018

Etalase Makanan Gratis untuk Kaum Dhuafa

Ternyata inovasi bisa muncul dalam bidang apapun, termasuk kebiasaan beramal sholeh. Seperti yang terlihat di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah.

Sebuah etalase kaca menempati teras di depan kios di komplek Universitas Jenderal Soedirman. Dilihat sepintas, etalase ini mirip dagangan makanan. Karena di dalamnya memang berisi makanan dan minuman siap santap. Tapi siapa sangka kalau makanan di etelase itu gratis.

Adalah Slamet Riyadi yang punya ide membuat inovasi sedekah ini. Pengusaha muda ini memang memiliki kebiasaan bersedekah dengan cara berbagi makanan kepada kaum dhuafa dan siapapun yang membutuhkan.

Dikutip dari Liputan6.com, Senin 26 November 2018, Slamet menjalankan kebiasaannya sejak lima tahun lalu. Setiap hari dia membagikan sendiri makanan dan minuman kepada para tukang parkir, tukang becak, pemulung, dan pengemis untuk memberikan makanannya.

Ide Baru

Dalam perkembangannya, Slamet menghadapi beragam kendala saat hendak bersedekah. Contohnya, ketika ada kaum dhuafa yang sangat membutuhkan, Slamet belum menyiapkan makanan dan minuman.

Pengusaha inii juga kerap kewalahan membagi waktu untuk berbagi makanan. Dari kendala itu, muncul ide membuat tempat khusus seperti kotak amal, yang berisi makanan. Dia pun membuat sebuah etalase. Kotak kaca berisi nasi gratis itu dibubuhi tulisan 'Siapapun bisa mengambil, siapapun bisa mengisi'.
Etalase amal nasi gratis di Purwokerto
"Ini biar praktis, selama ini bagi-bagi di jalan.Tapi kendala kalau lagi hujan atau ada kesibukan lain. Makanya saya bikin konsep seperti ini," kata Slamet.

Lambat laun, banyak yang mengetahui etalase amal Slamet. Banyak dhuafa memanfaatkan makanan yang tersedia di etalase tersebut. Keberadaan etalase itu juga mendorong banyak orang untuk ikut bersedekah, mengisi etalase amal tersebut.

Mereka cukup memasukkan makanan maupun minuman ke dalam etalase tersebut. Makanan dan minuman yang tersedia juga tidak pernah tersisa. Semuanya ludes dinikmati kaum dhuafa. Kerennya, para dhuafa tidak perlu canggung untuk mengonsumsi makanan tersebut. Tinggal ambil, tak perlu izin.

Sumber:  https://www.dream.co.id/your-story/inovasi-beramal-etalase-makanan-gratis-untuk-kaum-dhuafa-1811267.html

 Kampoengrasa siap bantu menyediakan nasi bungkus dan nasi box sebagai ladang amal. Mulai harga Rp10.000

Sabtu, 24 November 2018

Nasi Kuning Pelengkap Kegembiraan


 Nasi kuning adalah makanan khas Indonesia. Makanan ini terbuat dari beras yang dimasak bersama dengan kunyit serta santan dan rempah-rempah. Dengan ditambahkannya bumbu-bumbu dan santan, nasi kuning memiliki rasa yang lebih gurih daripada nasi putih. Nasi kuning adalah salah satu variasi dari nasi putih yang sering digunakan sebagai tumpeng. Nasi kuning biasa disajikan dengan bermacam lauk-pauk khas Indonesia.




 Dalam tradisi Di Indonesia warna nasi kuning melambangkan gunung emas yang bermakna kekayaan, kemakmuran serta moral yang luhur. Oleh sebab itu nasi kuning sering disajikan pada peristiwa syukuran dan peristiwa-peristiwa gembira seperti kelahiran, pernikahan dan tunangan. Dalam tradisi Bali, warna kuning adalah salah satu dari empat warna keramat yang ada, disamping putih, merah dan hitam. Nasi kuning oleh karena itu sering dijadikan sajian pada upacara kuningan.



Rabu, 21 November 2018

Cerita Nabi Sulaiman Gelar Syukuran




Kisah ini berawal dari kesuksesan Nabi Sulaiman AS. Nabi Sulaiman AS telah memperoleh bermacam kenikmatan duniawi. Semua tunduk di bawah perintahnya. Manusia, jin, hewan liar, aneka burung, dan bahkan angin. Ketika itu tumbuh rasa bangga di dalam hatinya.

“Tuhanku, perkenankan hamba menyediakan makan untuk semua makhluk hidup setahun penuh,” kata Nabi Sulaiman AS memohon izin kepada Allah SWT.

“Kau tak mungkin sanggup,” jawab Allah SWT.

“Kalau begitu, izinkan hamba barang sehari,” kata Nabi Sulaiman AS.

Ketika mendapat izin sehari dari Allah, Nabi Sulaiman AS memerintahkan pasukannya baik kalangan jin dan manusia untuk menyebar mendata semua makhluk yang ada di muka bumi. Ia juga meminta mereka untuk memasak dan menyiapkan hidangan selama 40 hari.

Kepada angin, Nabi Sulaiman AS memerintahkan agar tidak bergerak selama itu agar tidak menerbangkan makanan yang sedang disiapkannya untuk memberi makan sehari semua makhluk Allah di muka bumi.

Nabi Sulaiman AS meminta pasukannya untuk mengumpulkan makanan hari demi hari di sebuah padang luas. Pasukannya bekerja keras memenuhi permintaan rajanya. Sampai tiba waktunya, makanan yang disiapkan itu menggunung.

“Sulaiman, siapa duluan yang akan kau beri makan?” kata Allah SWT setelah genap 40 hari persiapan hidangan.

“Makhluk-Mu yang di darat dan di laut,” jawab Nabi Sulaiman AS.

Allah SWT kemudian memerintahkan ikan paus, salah satu penghuni samudera yang luas untuk memenuhi undangan makan Nabi Sulaiman AS. Ikan itu pun mengangkat kepalanya dan bergerak maju ke arah makanan yang menggunung itu.

“Wahai Sulaiman, hari ini Allah menjadikan rezekiku melalui tanganmu,” kata ikan paus tersebut.

“Silakan makan,” kata Nabi Sulaiman AS yang diberi anugerah mukjizat dapat berbicara dengan hewan dan makhluk halus.

Setelah diizinkan, ikan paus itu pun melahap hidangan Nabi Sulaiman AS yang menggunung tersebut. Belum genap sekejap, ikan itu melahap semua hidangan yang disiapkan 40 hari lamanya. Ludes. Sementara itu Nabi Sulaiman AS dan pasukannya terperangah melihat ikan paus itu melahap semua persedian makanan.

“Sulaiman, kenyangkan aku. Aku masih lapar,” kata ikan paus.

“Kau belum kenyang?”

“Hingga kini aku belum kenyang,” kata ikan paus.

Nabi Sulaiman AS tidak sanggup menjawab. Ia menyerah takluk di hadapan kuasa Allah SWT. Ia duduk bersimpuh lalu bersujud.

“Subhāna man takaffala bi rizqi kulli marzūqin min haitsu lā yasy‘uru. (Mahasuci Tuhan yang menjamin rezeki semua makhluk-Nya dari jalan yang tak terpikirkan,” sembah puji Nabi Sulaiman AS sebagai pengakuan.

***

Kisah ini disarikan dari Kitab Durratun Nasihin fil Wa‘zhi wal Irsyad karya Syekh Utsman bin Hasan bin Ahmad As-Syakir Al-Khaubawi, [Mushtafa Al-Babi al-Halabi, Daru Ihyail Kutubil Arabiyyah: tanpa catatan tahun], halaman 229-230.

Kisah ini menyarankan kerendahan hati atas segala capaian, syukuran atas suatu capaian, sedekah terhadap semua makhluk baik di darat maupun di laut, kepercayaan bahwa Allah penjamin rezeki, dan juga pengakuan atas kuasa Allah SWT. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Kisah ini berawal dari kesuksesan Nabi Sulaiman AS. Nabi Sulaiman AS telah memperoleh bermacam kenikmatan duniawi. Semua tunduk di bawah perintahnya. Manusia, jin, hewan liar, aneka burung, dan bahkan angin. Ketika itu tumbuh rasa bangga di dalam hatinya.

“Tuhanku, perkenankan hamba menyediakan makan untuk semua makhluk hidup setahun penuh,” kata Nabi Sulaiman AS memohon izin kepada Allah SWT.

“Kau tak mungkin sanggup,” jawab Allah SWT.

“Kalau begitu, izinkan hamba barang sehari,” kata Nabi Sulaiman AS.

Ketika mendapat izin sehari dari Allah, Nabi Sulaiman AS memerintahkan pasukannya baik kalangan jin dan manusia untuk menyebar mendata semua makhluk yang ada di muka bumi. Ia juga meminta mereka untuk memasak dan menyiapkan hidangan selama 40 hari.

Kepada angin, Nabi Sulaiman AS memerintahkan agar tidak bergerak selama itu agar tidak menerbangkan makanan yang sedang disiapkannya untuk memberi makan sehari semua makhluk Allah di muka bumi.

Nabi Sulaiman AS meminta pasukannya untuk mengumpulkan makanan hari demi hari di sebuah padang luas. Pasukannya bekerja keras memenuhi permintaan rajanya. Sampai tiba waktunya, makanan yang disiapkan itu menggunung.

“Sulaiman, siapa duluan yang akan kau beri makan?” kata Allah SWT setelah genap 40 hari persiapan hidangan.

“Makhluk-Mu yang di darat dan di laut,” jawab Nabi Sulaiman AS.

Allah SWT kemudian memerintahkan ikan paus, salah satu penghuni samudera yang luas untuk memenuhi undangan makan Nabi Sulaiman AS. Ikan itu pun mengangkat kepalanya dan bergerak maju ke arah makanan yang menggunung itu.

“Wahai Sulaiman, hari ini Allah menjadikan rezekiku melalui tanganmu,” kata ikan paus tersebut.

“Silakan makan,” kata Nabi Sulaiman AS yang diberi anugerah mukjizat dapat berbicara dengan hewan dan makhluk halus.

Setelah diizinkan, ikan paus itu pun melahap hidangan Nabi Sulaiman AS yang menggunung tersebut. Belum genap sekejap, ikan itu melahap semua hidangan yang disiapkan 40 hari lamanya. Ludes. Sementara itu Nabi Sulaiman AS dan pasukannya terperangah melihat ikan paus itu melahap semua persedian makanan.

“Sulaiman, kenyangkan aku. Aku masih lapar,” kata ikan paus.

“Kau belum kenyang?”

“Hingga kini aku belum kenyang,” kata ikan paus.

Nabi Sulaiman AS tidak sanggup menjawab. Ia menyerah takluk di hadapan kuasa Allah SWT. Ia duduk bersimpuh lalu bersujud.

“Subhāna man takaffala bi rizqi kulli marzūqin min haitsu lā yasy‘uru. (Mahasuci Tuhan yang menjamin rezeki semua makhluk-Nya dari jalan yang tak terpikirkan,” sembah puji Nabi Sulaiman AS sebagai pengakuan.

***

Kisah ini disarikan dari Kitab Durratun Nasihin fil Wa‘zhi wal Irsyad karya Syekh Utsman bin Hasan bin Ahmad As-Syakir Al-Khaubawi, [Mushtafa Al-Babi al-Halabi, Daru Ihyail Kutubil Arabiyyah: tanpa catatan tahun], halaman 229-230.

Kisah ini menyarankan kerendahan hati atas segala capaian, syukuran atas suatu capaian, sedekah terhadap semua makhluk baik di darat maupun di laut, kepercayaan bahwa Allah penjamin rezeki, dan juga pengakuan atas kuasa Allah SWT. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Sumber: http://www.nu.or.id/post/read/97385/cerita-nabi-sulaiman-gelar-syukuran-dan-sedekah-laut

Senin, 19 November 2018

Kisah Mereka yang Menularkan Hobi Sedekah Tiap Jumat




Menularkan kebiasaan baik, tidak harus diawali dengan kesuksesan secara materi. Seperti halnya yang dilakukan warga Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, bernama M. Alif (41). Pria ini  menyebar 'virus' sedekah lewat komunitas Sedekaholic.

Alif, seperti dikutip dari  detik.com, adalah seorang pengusaha reklame kecil-kecilan. Sudah sekitar satu tahun dia melakukan kegiatan yang dilakukan setiap Jumat pagi. Ia menyebarkan nasi bungkus plus minum , untuk orang-orang membutuhkan dan kaum dhuafa yang ditemuinya di pinggir jalan.

Seperti halnya yang dilakukan pada Jumat (7/1/2017) lalu, ketika hujan mengguyur Kota Kendal. Namun Alif tetap saja berbagi. Bersama rekannya, Eddie Prayitno, Alif berboncengan motor sambil  membawa dua kardus berisi nasi bungkus dan minuman kemasan.


Sedekaholic, Menularkan Hobi Sedekah Setiap JumatFoto: Angling Adhitya P/detikcom

Beberapa kali Alif dan Eddie mengitari kawasan sekitar Alun-alun Kota Kendal. Mereka berhenti, dan membagikan nasi bungkus itu kepada orang lain. Mulai dari petugas kebersihan, pengemis, gelandangan, pengayuh becak, hingga orang gila.

Hanya butuh waktu sekitar 15 menit, Alif tuntas membagikan puluhan nasi bungkus itu. Ia pun kembali ke rumahnya di Jalan Kenduri Krajan Kulon, Kaliwungu, Kendal. Di teras rumahnya yang sederhana, Alif bercerita soal hobinya menyalurkan sedekah setiap Jumat itu.

"Saya lupa kapan mulainya, habis Lebaran tahun 2015 kayaknya. Berdua sama teman namanya Priyatno Yuwono, teman waktu di SMP Negeri Kaliwungu. Dulunya cuma iseng ingin bancakan sama orang-orang di jalanan," kata Alif.

Alif kemudian meniatkan diri untuk rutin membagikan nasi bungkus setiap Jumat pada waktu sarapan. Kebiasaan positifnya itu menular, banyak orang tertarik ikut, bahkan penjual nasi bungkus pun kadang bersedekah berupa lauk.

"Awalnya hanya sekitar 20 nasi bungkus sama air putih gelas. Kadang bikin sendiri kadang beli, pokoknya yang layak dan sama seperti yang kita makan. Banyak yang tertarik, kadang orang warung ikut sedekah, lauknya dikasih ayam," tandas Alif.

Kegiatan yang dulu bernama Gerakan Menebar Nasi Bungkus (Gemar Menabung) itu kini makin banyak yang tertarik bergabung sehingga namanya dibuat menjadi Sedekaholic dan dibuatkan grup Facebook bernama Sedekaholic Community.

"Nama itu usulan teman-teman biar orang kecanduan untuk bersedekah," tandas Alif.

Kini Alif tidak sendiri memberikan sedekah melalui Sedekaholic. Banyak yang menitipkan sedekah dengan mengirimkan uang yang nantinya dijadikan nasi bungkus. Bahkan pos pembagian sudah bertambah. Bukan hanya di daerah Kaliwungu, tapi juga di Cepiring dan Kendal Kota.

"Sejak awal memang hari Jumat, untuk Jumat berkah," pungkasnya.

Sedekaholic, Menularkan Hobi Sedekah Setiap JumatFoto: Angling Adhitya P/detikcom

Dalam kegiatannya, Alif memang menyasar kaum dhuafa dan orang-orang yang hidupnya banyak dihabiskan di pinggir jalan. Termasuk mereka yang mengidap gangguan jiwa. Berbagai pengalaman juga sudah dia alami. Mulai dari makanan yang dibanting, hingga dikira sogokan dari calon kepala daerah.

"Dulu pas masa kampanye, ditanya nasi dari nomor urut berapa. Pernah juga sama orang gila dibanting nasi bungkusnya, tapi lama-kelamaan mereka hafal dengan saya," ujar Alif sambil tertawa.

 Sumber: https://news.detik.com/berita/d-3391913/kisah-mereka-yang-menularkan-hobi-sedekah-tiap-jumat

Kampoengrasa siap bantu menyalurkan nasi bungkus bergizi, untuk Sedekah Jum'at . Harga mulai Rp 10.000

Selasa, 13 November 2018

Kakek 92 Tahun Sedekah 150 Nasi Bungkus Tiap Jumat, Inilah Keajaiban yang Dialaminya



BANGKAPOS.COM--Mbah Asrori (92) melakukan hal luar biasa. Ia selalu membagikan 150 nasi bungkus setiap Hari Jumat lengkap dengan lauk pauknya.

Mbah Asrori mengendarai sepeda onthel tua dan menggantungkan plastik berisi nasi bungkus di sisi kanan dan kiri stang sepedanya.

Sehari-hari kesibukan Mbah Asrori adalah mengajar mengaji kepada anak-anak di sekitar rumahnya. Mbah Asrori berasal dari Semarang.

Ia membagikan nasi bungkus kepada siapa saja yang membutuhkan makanan, seperti pemulung, tukang becak, dll.

Mbah Asrori berpenghasilan Rp 800 ribu dari kerja mengajar membaca Al Qur'an. Setengah dari gajinya ia dedikasikan untuk bersedekah.

Disamping niat sedekah, Mbah Asrori juga ingin menolong ekonomi seorang janda di kampungnya dengan membeli dagangan nasi bungkus janda tersebut untuk dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkan makanan.

Dahsyatnya, sekitar lima tahu lalu, Mbah Asrori dapat berkesempatan menunaikan ibadah haji dari hasil tabungannya sendiri.

Dikutip dari akun Instagram @kisahsemangat, rasanya begitu mustahil saat seseorang dengan penghasilan kurang dari Rp 1 juta per bulan dapat berangkat ke Mekkah.

Belum lagi, Mbah Asrori menggunakan 50 persen gajinya untuk sedekah. Begitu juga bagaimana dengan biaya keperluannya sehari-hari.

"Jika ditarik dari logika sehat, hampir mustahil beliau bisa berangkat haji dengan penghasilannya yang kurang dari satu juta tiap bulan. Namun disitulah kekuasaan Allah dan hebatnya kekuatan sedekah. Mereka yang ikhlas bersedekah akan Allah ganti rezekinya di dunia dan juga di akhirat," terang akun @kisahsemangat.

Melihat postingan tersebut, netizen pun menyambut positif dengan berbagai doa untuk Mbah Asrori.

"Sungguh mulia..smga sehat dan panjang umur kakek Asrori," tulis akun @naimsiti5.

"Semoga Allah membangunkan rumah indah di syurga untukmu... Aamiin," timpal akun @adryanichan.

Seorang netizen juga berharap apa yang dilakukan oleh kakek tersebut dapat menular ke generasi muda.

"Subhanallah, kakek ini mempuyai hati yang sangat mulia, mudah2n kita generasi muda bisa terinspirasi untuk saling berbagi rezeki, krn berapapun penghasilan kita tidak membatasi amal ibadah kita," tulis @rais_pradipta.(*)

Sumber: http://bangka.tribunnews.com/2016/09/11/kakek-92-tahun-sedekah-150-nasi-bungkus-tiap-jumat-inilah-keajaiban-yang-dialaminya

Kampoengrasa siap terima pesanan nasi bungkus bergizi untuk Sedekah Jum'at. Harga mulai Rp 10.000.

Senin, 05 November 2018

Filosofi Nasi Tumpeng





Pecinta kuliner pasti tahu apa itu Nasi Tumpeng. Bagi masyarakat Jawa, Bali dan Madura, tumpeng sengaja dibuat untuk kenduri atau merayakan suatu peristiwa penting. Mulai dari perayaan kelahiran, ulang tahun dan beragam bentuk acara syukuran lainnya.

Di kalangan orang Jawa, kata Tumpeng merupakan singkatan ‘yen metu kudu mempeng’. Bila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, kalimat itu berarti ‘ketika keluar harus bersemangat’.

Tumpeng selalu disajikan dalam nampan besar, bulat yang terbuat dari anyaman bambu. Nasi dibentuk  kerucut dengan aneka lauk pauk pelengkap. Nasi tumpeng di kalangan masyarakat Jawa dilengkapi pitu (7) macam lauk-pauk. Angka pitu diartikan sebagai pitulungan (pertolongan).

Nasi Tumpeng konon berasal dari tradisi masyarakat kita di masa lalu. Waktu itu, masyarakat memuliakan gunung sebagai tempat bersemayam para hyang, atau arwah leluhur (nenek moyang). Nasi tumpeng dicetak berbentuk kerucut untuk meniru wujud gunung suci Mahameru, yang konon merupakan tempat bersemayam dewa-dewi.

Minggu, 04 November 2018

Nasi Urap Disuka Karena Sedap


Nasi Urap adalah hidangan salad berupa sayuran yang dimasak (direbus) dan dicampur kelapa parut yang dibumbui sebagai pemberi citarasa. Nasi Urap belakangan semakin populer dan disuka banyak orang. Menu makanan ini banyak ditemukan di restoran yang menyediakan masakan khas Indonesia. Tapi bila jika ditelusuri, nasi urap ini merupakan masakan khas Jawa. Nasi Urap biasanya merupakan hidangan sayur untuk pelengkap tumpeng Jawa. Urap juga lazim disajikan bersama nasi kuning.

Selasa, 30 Oktober 2018

Resep cara membuat nasi goreng spesial dan rumahan yang enak, sederhana, dan mudah

Nasi goreng memang merupakan salah satu alternatif atau pilihan tercepat yang bisa dilakukan oleh seorang ibu rumah tangga ketika terburu-buru hendak memasak apa untuk keluarganya. Tidak hanya bagi ibu rumah tangga, makanan murah dan cepat dihidangkan ini juga bisa merupakan pilihan gampang bagi anak kos atau bagi Anda yang tidak punya cukup uang dan ingin memasak sendiri. Menu andalan masyarakat Indonesia kala sarapan memang tidak membutuhkan keahlian khusus atau waktu yang lama untuk memasak. Tidak hanya saat sarapan, nasi goreng juga bisa disajikan saat makan malam. Seperti yang telah kita ketahui, banyak sekali pedagang kaki lima yang menjual nasi goreng pada malam hari. Nasi goreng pun banyak variasinya, begitu pula dengan cara membuat bumbu nasi gorengnya. Variasi yang Anda temui saat ini dikarenakan bahan yang digunakan tergantung pada masyarakat setempat. Di Indonesia sendiri variasi umum nasi goreng ada nasi goreng biasa, nasi goreng jawa, nasi goreng putih, dan masih banyak lagi. Menu tambahan yang disajikan pada nasi goreng pun beragam. Ada yang dihidangkan dengan telur mata sapi, atau nasi goreng yang dibungkus dengan telur omelet. Ada pula yang disajikan dengan sosis dan bakso. Nasi goreng bisa dimasak sesuai dengan selera Anda. Bagi Anda yang ingin tahu cara membuat nasi goreng sederhana dan enak untuk 1 porsi maupun cara membuat nasi goreng spesial dengan telur, simak artikel berikut ini. 1. Cara membuat nasi goreng rumahan Bahan : Nasi 600 gr Daging ayam 125 g. Cincang halus Telur 1 butir. Kocok Bawang merah 5 siung bawang putih 3 siung Cabai merah 3 buah Daun bawang 1 batang. Iris halus Kecap manis 2 sdm Garam 1 sdt Merica sdt Minyak Cara membuat Masukkan bawang merah, bawang putih, dan cabai merah ke dalam cobek kemudian haluskan. Goreng telur menjadi orak-arik lalu sisihkan. Bumbu yang telah dihaluskan kemudian di tumis dengan minyak secukupnya. Tumis terus hingga harum. Masukkan ayam cincang, telur, dan daun bawang ke dalam bumbu. Tumis lagi hingga merata. Tambahkan kecap, garam, dan merica. Aduk hingga rata. Baru kemudian masukkan nasi dan aduk hingga rata. Nasi goreng telah jadi dan sajikan pada piring saji. Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa nasi goreng banyak macamnya. Tidak hanya cara membuat nasi goreng rumahan saja yang bisa Anda praktikkan. Anda juga bisa mencoba cara membuat nasi goreng jawa, seperti pada resep di bawah ini. 2. Cara membuat nasi goreng jawa Bahan : Nasi putih 600 g Telur ayam 2 butir. Kocok lepas Daging ayam 125 g. Cincang halus Kubis 3 lembar. Iris halus Garam sdm Gula sdm Merica sdt Kecap 2 sdm Bawang merah 5 siung Bawang putih 4 siung Cabai rawit 5 buah Cabai merah 5 buah Ebi sangrai sdm Nasi Goreng albeeskitchen.com.au Cara membuat : Masukkan bawang merah, bawang putih, cabai rawit, cabai merah, ebi, dan merica ke dalam cobek lalu haluskan hingga benar-benar halus. Tumis bumbu yang telah dihaluskan pada wajan menggunakan minyak atau mentega hingga tercium bau harum. Masukkan telur yang telah dikocok pada wajan yang berisi bumbu yang telah ditumis. Sisihkan bumbu agar tidak tercampur dengan goreng yang digoreng pada wajan yang sama. Tambahkan ayam cincang ke dalamnya. Tumis terus hingga rata. Masukkan nasi ke dalam dan campur hingga bumbu bercampur sempurna dengan nasi. Tambahkan gula, garam, kecap lalu aduk hingga rata. Sajikan nasi goreng yang telah matang pada piring saji Anda bisa menambahkan selada, mentimun, dan kerupuk sebagai pelengkap. Sebagai penutup, bagi Anda yang ingin mencoba sensasi berbeda. Anda bisa mencoba nasi goreng putih. Nasi goreng ini tidak menggunakan cabai merah dan juga kecap dan warna nasi pun tetap putih. Tidak perlu ragu, rasanya bisa dikatakan sama lezatnya dengan variasi nasi goreng lainnya. Langsung saja Anda mencoba cara membuat nasi goreng putih di bawah ini. 3. Cara membuat nasi goreng putih Bahan : Nasi 600 g Telur ayam 1 butir. Kocok Daging ayam 125g. Cincang halus Sosis ayam 1 buah Bawang putih 3 siung. Iris halus Daun bawang 1 batang. Iris halus Kecap ikan sdm Garam sdt Merica sdt Penyedap rasa sdt Cara membuat : Tumis bawang putih hingga harum. Tambahkan telur lalu orak-arik. Tambahkan ayam yang telah dicincang halus dan sosis. Masukkan daun bawang. Tumis lagi. Masukkan nasi lalu aduk hingga rata. Tambahkan kecap ikan, garam, merica, dan penyedap rasa. Aduk rata hingga aroma sedap atau harum tercium. Pindahkan nasi goreng putih pada piring saja. Anda bisa menaburkan bawang merah goreng sebagai tambahan. Mudah sekali bukan mempraktikkan cara membuat nasi goreng di atas? Semoga bermanfaat. sumber: https://www.merdeka.com/gaya/cara-membuat-nasi-goreng-spesial-dan-rumahan-yang-enak-sederhana-serta-mudah-kln.html

Kamis, 11 Oktober 2018

Nasi Rames

Komposisi: Nasi, ayam goreng laos sambel, capcay, telor ceplok, sambal goreng kentang ati, sambal, krupuk. Harga Rp 20.000

Tumpeng

Komposisi: Nasi, telur pindang, urab, pothokan tahu tempe, ayam bakar, peyek. Harga: Rp 350.000 (harga sewaktu-waktu berubah)

Selasa, 09 Oktober 2018

Acar Sayur

Komposisi: Nasi, lapis daging, telur pindang, acar sayur, sambel goreng kentang ati. Harga Rp 20.000 (harga sewaktu-waktu berubah)

Nasi Mie

Komposisi: Nasi, mie, ayam bakar, sambel goreng, capcay, krupuk. Harga Rp 18.000 (harga sewaktu-waktu dapat berubah)

Nasi CapCay

Komposisi: Nasi, Capcay, sambel goreng kentang, ayam sambel, telur ceplok. Rp 20.000

Sayur Asem Jakarta

Komposisi: Nasi, ayam goreng, sayur asem, rolade, oseng kerang, kerupuk. Rp 22.000

Nasi Urab

Komposisi: Nasi, telur pindang, urab, pothokan tahu tempe, ayam bakar, peyek. Harga: Rp 18.000 (harga sewaktu-waktu berubah)

Nasi Kuning

Komposisi: Nasi Kuning, Kering Tempe, Telur Dadar, Mie, Ayam Katsu. Harga Rp 12.000

Mie Goreng

Mie komplit. Rp 10.000

Nasi Bungkus

Komposisi: Nasi, Mie, Katsu, Oseng Manisa. 

Bolen Piscok (Pisang Coklat)

Bahan Dasar: pisang raja. Harga Rp 37.500 (isi 10 buah)

Senin, 08 Oktober 2018

Mengapa Harus Nasi

Nasi merupakan bahan pangan utama masyarakat Indonesia. Ada bermacam jenis nasi, mulai dari nasi nasi putih, nasi merah hingga nasi ketan. Tapi yang paling sering dikonsumsi adalah nasi putih hasil olahan dari beras yang diproduksi petani lokal. Saat ini ada banyak merk beras yang beredar di pasaran. Harganya pun beragam dari yang murah sampai level premium. Nasi biasanya disajikan bersama dengan lauk favorit atau dimasak menjadi nasi goreng. Nasi sebagai makanan yang memiliki kadar karbohidrat yang tinggi. Nasi juga mengandung vitamin D, kalsium, serat, besi, dan sodium. Nasi yang dikonsumsi sesuai takaran, bermanfaat sumber energi, mengurangi tekanan darah tinggi, mencegah kanker, menguatkan jantung, dan mencegah terjadinya konstipasi. Nasi memiliki rasa yang spesifik. Kalau dimasak dengan baik, akan menghasilkan tekstur pulen yang sangat nikmat untuk disantap. Tanpa keahlian memadai, nasi yang dimasak seseorang bisa terlalu lembek atau bahkan belum matang.***

Sejarah Singkat

Usaha menu olahan nasi kotak ini sebetulnya berlangsung tanpa sengaja. Berawal dari kebiasaan para tetangga di komplek perumahan kami yang saling membantu saat sedang ada yang mempunyai hajat, kami mengawali usaha ini. Kebetulan istri saya, Bu Mimied yang alumni SMK Tata Boga SMK di Semarang, memang punya hobi memasak. Oleh tetangga yang punya hajat, dia sering kebagian tugas memasak. Mulai dari masakan untuk prasmanan, hingga nasi kotak untuk dibawa pulang para tamu. Seiring dengan perjalanan waktu, pada 2014 salah seorang calon legislatif tetangga satu komplek perumahan yang sudah mengenal masakan kami, minta dibuatkan nasi kotak. Awalnya pakewuh juga, ketika beliau memaksa agar pesanannya kali ini dianggap bisnis, dan setiap nasi kotak itu dihargai. Seminggu kemudian, menyusul tetangga kami yang lain minta dibuatkan nasi kotak dengan menu serupa dan dihargai. Demikian terus berlanjut, hingga akhirnya nasi kotak kami mulai dikenal para ibu hingga ke luar komplek perumahan. Nama 'Kampoeng Rasa' itu sendiri merupakan cerminan dari kondisi tetangga di komplek kampung perumahan kami, yang sangat sensitif terhadap rasa. Koreksi, kritik dan saran tentang rasa masakan dari para tetangga, menjadi acuan untuk terus berusaha menyempurnakan racikan kami. Hingga saat ini, kepuasan pemesan tetap kami jadikan prioritas. Koreksi, kritik dan saran sangat kami harapkan. Karena kami menyadari betapa susahnya untuk menjadi sempurna...